Slider
Latest Post
08:00
Yusril Tentang Tahu-Tempe, Amerika, Petani dan Nelayan
Written By Unknown on 26 August 2013 | 08:00
"Kalau rakyat tak mampu lagi membeli tahu tempe sebagai lauk pauk sehari-hari, maka apa lagi yang akan dimakan? " (Yusril Ihza Mahendra)
Tahu dan Tempe adalah makanan Rakyat Indonesia yang murah meriah tapi mempunyai banyak kandungan gizi. akan tetapi ungkapan itu kini tinggal menjadi kenangan, karena tahu dan tempe sekarang ini bukan lagi menjadi barang yang murah, tetapi menjadi barang yang mahal dan sulit terjangkau oleh rakyat miskin
Kedelai adalah bahan dasar utama pembuatan tahu dan tempe, yang telah menjadi makanan utama sebagian besar rakyat di negeri kita. Meskipun kedelai sangat penting, namun produksi kedelai dalam negeri, tak pernah mampu memenuhi kebutuhan. Kita harus megimpor kedelai dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat. Kita bukannya tidak mampu meningkatkan produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan. Persoalannya terletak pada harga. Ketika harga kedelai di luar negeri lebih murah, maka kecenderungan pedagang untuk mengimpor cukup besar. Untuk mengurangi impor ini, Pemerintah menerapkan biaya masuk. Karena harga menjadi seimbang, bahkan lebih murah, maka petani dalam negeri tak terdorong untuk meningkatkan produksi. Dalam keadaan seperti ini, tanpa kita sadari kita mulai tergantung pada impor.
Ketika harga kedelai di luar negeri meningkat tajam, ditambah lagi dengan biaya masuk, maka harga kedelai impor di dalam negeri langsung melonjak. Ketika itu terjadi, kita tidak mungkin menghentikan impor, karena produksi dalam negeri tak mencukupi. Bahkan harga kedelai produk domestik juga akan naik. walau Pemerintah menghapus biaya masuk untuk sementara. Namun langkah itu takkan efektif, sebab harga pembelian impor sebelum dikenakan bea masuk sudah naik hampir dua kali lipat. Harga kedelai produk dalam negeri juga sudah terlanjur naik. Perlu waktu relatif lama untuk menstabilkan harga. Harga yang wajar hanya akan tercipta kembali kalau harga kedelai impor turun atau produksi kedelai dalam negeri meningkat. Hal yang sama, sebenarnya juga terjadi pada produk pertanian yang lain, seperti jagung, lada, cengkeh, bawang putih.
Masalah utama pertanian kita, bukanlah terletak pada mampu atau tidaknya kita meningkatkan produksi, tetapi lebih kepada stabilitas harga. Negara industri besar seperti Amerika Serikat tak pernah perduli nasib negara agraris yang miskin. Ketika saya di kabinet di bawah Presiden Megawati, kita ribut terus dengan Amerika Serikat karena memaksa agar Pemerintah mengizinkan peternak dan pedagang Amerika Serikat, untuk mengekspor sayap ayam potong ke negara kita. Kita tak mau mengizinkan, karena sayap ayam tak banyak dimakan orang di negeri itu, sementara di negeri kita banyak orang mengonsumsinya karena murah. Kalau sayap ayam dijual besar-besaran di negeri kita, produksi ayam dalam negeri akan terpukul. Rakyat sudah merasa cukup makan sayap ayam murah, daripada beli dagingnya yang lebih mahal. Amerika selalu berdalih perdagangan bebas. Dari dulu saya sangat hati-hati dengan konsep perdagangan bebas itu, termasuk lamanya saya menelaah RUU Penanaman Modal, yang membuat anggota kabinet yang lain agak jengkel dengan sikap saya. Kalau penanam modal dalam negeri dan luar negeri diberi status sama dalam segala hal, dan tidak dibatasi berapa besarnya modal yang ditanam, saya katakan bisa-bisa tukang cukur atau tukang martabak dari Bangladesh memohon izin penanaman modal untuk membuka sebuah kios cukur dan kios martabak. Ini masalah besar bagi bangsa kita.
Untuk membantu petani dan nelayan kita, saya pernah melontarkan gagasan dalam sidang kabinet, agar Pemerintah memberikan subsidi pembelian produk pertanian dan perikanan, tentu dengan konsekuensi pengurangan subsidi BBM dan listrik. Harga dasar gabah dan kedelai misalnya ditetapkan bisa lebih tinggi dari harga pasaran. Dengan demikian harga akan stabil dan gairah petani untuk menanam juga besar. Bulog membeli gabah dan kedelai dengan harga yang lebih tinggi. Pemerintah melempar ke pasar dengan selisih harga setelah dikurangi subsidi. Dengan cara itu tukang ijon juga akan berhenti beroperasi memeras petani dan nelayan.
Kedelai adalah bahan dasar utama pembuatan tahu dan tempe, yang telah menjadi makanan utama sebagian besar rakyat di negeri kita. Meskipun kedelai sangat penting, namun produksi kedelai dalam negeri, tak pernah mampu memenuhi kebutuhan. Kita harus megimpor kedelai dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat. Kita bukannya tidak mampu meningkatkan produksi kedelai untuk memenuhi kebutuhan. Persoalannya terletak pada harga. Ketika harga kedelai di luar negeri lebih murah, maka kecenderungan pedagang untuk mengimpor cukup besar. Untuk mengurangi impor ini, Pemerintah menerapkan biaya masuk. Karena harga menjadi seimbang, bahkan lebih murah, maka petani dalam negeri tak terdorong untuk meningkatkan produksi. Dalam keadaan seperti ini, tanpa kita sadari kita mulai tergantung pada impor.
Ketika harga kedelai di luar negeri meningkat tajam, ditambah lagi dengan biaya masuk, maka harga kedelai impor di dalam negeri langsung melonjak. Ketika itu terjadi, kita tidak mungkin menghentikan impor, karena produksi dalam negeri tak mencukupi. Bahkan harga kedelai produk domestik juga akan naik. walau Pemerintah menghapus biaya masuk untuk sementara. Namun langkah itu takkan efektif, sebab harga pembelian impor sebelum dikenakan bea masuk sudah naik hampir dua kali lipat. Harga kedelai produk dalam negeri juga sudah terlanjur naik. Perlu waktu relatif lama untuk menstabilkan harga. Harga yang wajar hanya akan tercipta kembali kalau harga kedelai impor turun atau produksi kedelai dalam negeri meningkat. Hal yang sama, sebenarnya juga terjadi pada produk pertanian yang lain, seperti jagung, lada, cengkeh, bawang putih.
Masalah utama pertanian kita, bukanlah terletak pada mampu atau tidaknya kita meningkatkan produksi, tetapi lebih kepada stabilitas harga. Negara industri besar seperti Amerika Serikat tak pernah perduli nasib negara agraris yang miskin. Ketika saya di kabinet di bawah Presiden Megawati, kita ribut terus dengan Amerika Serikat karena memaksa agar Pemerintah mengizinkan peternak dan pedagang Amerika Serikat, untuk mengekspor sayap ayam potong ke negara kita. Kita tak mau mengizinkan, karena sayap ayam tak banyak dimakan orang di negeri itu, sementara di negeri kita banyak orang mengonsumsinya karena murah. Kalau sayap ayam dijual besar-besaran di negeri kita, produksi ayam dalam negeri akan terpukul. Rakyat sudah merasa cukup makan sayap ayam murah, daripada beli dagingnya yang lebih mahal. Amerika selalu berdalih perdagangan bebas. Dari dulu saya sangat hati-hati dengan konsep perdagangan bebas itu, termasuk lamanya saya menelaah RUU Penanaman Modal, yang membuat anggota kabinet yang lain agak jengkel dengan sikap saya. Kalau penanam modal dalam negeri dan luar negeri diberi status sama dalam segala hal, dan tidak dibatasi berapa besarnya modal yang ditanam, saya katakan bisa-bisa tukang cukur atau tukang martabak dari Bangladesh memohon izin penanaman modal untuk membuka sebuah kios cukur dan kios martabak. Ini masalah besar bagi bangsa kita.
Untuk membantu petani dan nelayan kita, saya pernah melontarkan gagasan dalam sidang kabinet, agar Pemerintah memberikan subsidi pembelian produk pertanian dan perikanan, tentu dengan konsekuensi pengurangan subsidi BBM dan listrik. Harga dasar gabah dan kedelai misalnya ditetapkan bisa lebih tinggi dari harga pasaran. Dengan demikian harga akan stabil dan gairah petani untuk menanam juga besar. Bulog membeli gabah dan kedelai dengan harga yang lebih tinggi. Pemerintah melempar ke pasar dengan selisih harga setelah dikurangi subsidi. Dengan cara itu tukang ijon juga akan berhenti beroperasi memeras petani dan nelayan.
Saya berpendapat bahwa dampak berganda dalam pembangunan ekonomi harus dimulai dari pertanian dan kelautan. Kalau petani dan nelayan sejahtera, daya beli mereka meningkat, maka mereka akan berpikir untuk memperbaiki rumah, membeli peralatan rumah yang lebih modern, membeli kendaraan dan seterusnya. Tetapi kalau petani dan nelayan, yang merupakan bagian terbesar rakyat kita, tak mampu menjadi penggerak dampat berganda, maka pertumbuhan ekonomi kita, hanya akan menggantungkan pada investasi, belanja Pemerintah dan konsumsi masyarakat perkotaan. Padahal, Investasi belum berjalan sebagaimana kita harapkan, karena faktor-faktor non ekonomi, seperti kepastian hukum, pelayanan birokrasi yang berbelit, pungli dan situasi keamanan serta kenyamanan berusaha yang belum mendukung.
Belanja Pemerintah banyak pula yang tertunda dan tertahan karena kekhawatiran birokrasi kalau-kalau mereka dicurigai melakukan korupsi. Memberantas korupsi memang telah menjadi tekad kita bersama dan tentu harus terus digalakkan. Namun ketakutan yang berlebihan akan digunjingkan dan diperiksa kejaksaan dan KPK karena dugaan korupsi, dapat berdampak negatif pula pada penggunaan anggaran. Para pejabat ragu-ragu mengambil keputusan karena khawatir dan takut salah. Dana APBD yang cukup besar yang tak digunakan itu disimpan di bank-bank milik Pemda. Uang itu kemudian didepositokan lagi di Bank Indonesia. BI harus membayar bunganya.
Kini masalah kedelai mencuat ke permukaan. Harganya melonjak tajam. Sementara produsen tahu dan tempe, tidak mungkin serta merta menaikkan harga jual produknya. Daya beli masyarakat makin lemah. Harga bahan makanan yang lain seperti minyak goreng dan telur juga mengalami kenaikan. Akibatnya, produsen tahu tempe bukan saja mengurangi produksi, bahkan terancam bangkrut. Kebangkrutan ini serta merta berdampak pada meningkatnya pengangguran. Tahu tempe yang selama ini dianggap sebagai produk makanan murah namun bergizi, berubah menjadi barang yang mahal. Kalau rakyat tak mampu lagi membeli tahu tempe sebagai lauk pauk sehar-hari, maka apa lagi yang akan dimakan?
Langkah sungguh-sungguh untuk membenahi ekonomi kita untuk mengangkat harkat dan martabat petani dan nelayan, sungguh merupakan pekerjaan besar, berat dan sulit. Namun kita tidak mungkin mengabaikan hal ini. Kasus melonjaknya harga kedelai, kiranya menjadi pelajaran sangat berharga untuk kita lebih bersungguh-sungguh membenahi pembangunan pertanian dan perdagangan kita.
Belanja Pemerintah banyak pula yang tertunda dan tertahan karena kekhawatiran birokrasi kalau-kalau mereka dicurigai melakukan korupsi. Memberantas korupsi memang telah menjadi tekad kita bersama dan tentu harus terus digalakkan. Namun ketakutan yang berlebihan akan digunjingkan dan diperiksa kejaksaan dan KPK karena dugaan korupsi, dapat berdampak negatif pula pada penggunaan anggaran. Para pejabat ragu-ragu mengambil keputusan karena khawatir dan takut salah. Dana APBD yang cukup besar yang tak digunakan itu disimpan di bank-bank milik Pemda. Uang itu kemudian didepositokan lagi di Bank Indonesia. BI harus membayar bunganya.
Kini masalah kedelai mencuat ke permukaan. Harganya melonjak tajam. Sementara produsen tahu dan tempe, tidak mungkin serta merta menaikkan harga jual produknya. Daya beli masyarakat makin lemah. Harga bahan makanan yang lain seperti minyak goreng dan telur juga mengalami kenaikan. Akibatnya, produsen tahu tempe bukan saja mengurangi produksi, bahkan terancam bangkrut. Kebangkrutan ini serta merta berdampak pada meningkatnya pengangguran. Tahu tempe yang selama ini dianggap sebagai produk makanan murah namun bergizi, berubah menjadi barang yang mahal. Kalau rakyat tak mampu lagi membeli tahu tempe sebagai lauk pauk sehar-hari, maka apa lagi yang akan dimakan?
Langkah sungguh-sungguh untuk membenahi ekonomi kita untuk mengangkat harkat dan martabat petani dan nelayan, sungguh merupakan pekerjaan besar, berat dan sulit. Namun kita tidak mungkin mengabaikan hal ini. Kasus melonjaknya harga kedelai, kiranya menjadi pelajaran sangat berharga untuk kita lebih bersungguh-sungguh membenahi pembangunan pertanian dan perdagangan kita.
21:16
Assalamualaikum wr.wb..
Bapak-bapak dan ibu-ibu,saudara-saudara, rekan-rekan keluarga besar Partai Bulan Bintang yang berbahagia. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT pada hari ini dibulan Ramadhan kita berkumpul pada Milad PBB yang ke 15, pada tanggal 17 Juli tahun 2013.
Teringatlah kita 15 tahun yang lalu, partai ini berdiri dan kita semua pada waktu itu masih jauh lebih mudah dibandingkan keadaan sekarang ini. Mendirikan sebuah Partai Politik, bersama-sama didukung oleh banyak kalangan berjuang bersusah payah untuk eksis dan Alhamdulillah sampai hari ini partai bulan bintang masih tegak berdiri ditengah-tengah kita semua. Partai masyumi dulu didirikan pada tanggal 7 November tahun 1945 dan dibubarkan atau terpaksa membubarkan diri pada tanggal 15 agustus 1960. Berarti partai Masyumi hanya berusia 15 tahun lamanya.
Kita partai Bulan Bintang hari ini 15 tahun usianya... Masyumi telah mencatat prestasi-prestasi besar dalam waktu 15 tahun itu. kita masih belum dan Insya Allah momentum 15 tahun ini kita jadikan sebagai titik tolak untuk membangun kembali kekuatan partai, untuk masa-masa yang akan datang. Seperti pak Kaban katakan tadi, banyak orang yang sudah hampir putus asa, banyak yang menganggap partai bulan bintang akan berakhir eksistensinya menjelang pemilu 2014 karena akan di jegal oleh KPU dan kekuatan-kekuatan politik yang lain yang tidak menginginkan Partai Bulan Bintang ini ada di Republik Indonesia ini. Alhamdulillah dengan perjuangan dan doa kita bersama partai ini tetap eksis dan ketika Eksis partai ini harus betul-betul bangun , bangkit kembali dan tidak boleh gagal lagi seperti diwaktu-waktu yang lalu.
“ini saya menyampaikan pesan pak SBY, Pak SBY bilang Pak jero coba tanya pak Yusril bagaimana tanggapan pak yusril tawaran saya untuk beliau ikut konvensi partai demokrat itu, apa pak yusril bersedia atau bagaimana?”
“kan saya bilang sama pak SBY saya masih mikir-mikir”
“Kapan? Jangan mikir-mikir terus” kata pak Jero Watjik. “tapi ada pesan yang harus disampaikan ke pak yusril, kalau pak Yusril ikut konvensi pak Yusril harus Non aktif dari partai pak yusril sendiri, kemudian kalau pak yusril terpilih menjadi Capres dalam konvensi partai demokrat, pak yusril harus berhenti dari partai pak yusril dan menjadi kader partai demokrat.”
Jadi saya bilang “berat ini pak!.. ya tapi nantilah saya diskusi sama temen-temen dulu”
Tiba-tiba hari ini wartawan detik.com telepon saya, bagaimana pak yusril jadi ikut konvensi partai demokrat? Yah saya lagi mikir-mikir saya bilang.. tapi pak yusril harus keluar, harus nonaktif dan harus keluar dari PBB kalau pak yusril terpilih menjadi Capres dari partai Demokrat. Yah saya bilang begini, “kalau saya keluar dari partai PBB terus mau ngapain?” , yah jadi kader partai Demokrat katanya.
Saya bilang gini, kalau saya menang konvensi Partai Demokrat, kalau Cuma jadi kader kroco doang, saya bilang saya ngak mau, kalau sekiranya saya menang Konvensi Partai Demokrat, terus saya langsung jadi Ketua Umum Partai Demokrat, atau ketua Majelis tinggi Partai Demokrat, ah, Itu saya pertimbangkan! (Audiens tertawa)... hanya 10 menit timbul reaksi dari Max Sopacua, kata Max Sopacua, ini apa maksud pak yusril? Inikan konvensi Capres bukan konvensi ketum demokrat atau ketua Majelis tinggi demokrat! Kelihatannya agak marah-marah, nadanya begitu.... jadi saya jawab lagi, “loh, demokrat ini maunya apa? Mau nyari Capres atau mau nyari Kader?”
Kalau Konvensi itu mencari Capres yah cari Capres! Tapi jangan cari kader dari Partai lain suruh masuk kader Partai Demokrat, suruh orang berhenti dari partainya... Jadi apa? demokrat maunya apa!? mau cari calon presiden atau mau cari Kader? Jadi saya bilang kalau nyari capres, yah nyari capres. Mestinyakan, saya bilang.... kalau partai itu memang demokratis, demokrat kan harus mencalonkan siapa aja yang menang dalam konvensi. Misalnya saya ikut konvensi Partai demokrat saya tetap PBB! Saya bilang ke orang-orang saya PBB, saya ikut konvensi Partai Demokrat, kalau saya menang meskipun saya PBB, Demokrat harus Iklas... mencalonkan siapapun pemenang meskipun dari PBB. Kan bisa nanti demokrat sama PBB sama-sama mencalonkan Yusril, kan bisa saya bilang, itu namanya Demokratis.
Yang dicarikan adalah kader bangsa untuk dicalonkan menjadi Presiden dan kalau partai itu demokratis itulah hasil konvensinya meskipun dari Partai lain ya dia harus calonkan! Masak dipaksa orang harus masuk harus menjadi kader Partai Demokrat. Saya tunggu 15 Menit ada reaksi lagi dari Syarief Hasan, makin seru nih.. saya ngak tau apalagi nih reaksinya.. jadi masih terus sahut menyahut.... jadi sebenarnya ini apa? jadi jangan salah tafsir. Sebenarnya itu yang saya maksud itu anda itu sebenarnya sesuatu yang ngak masuk akal. Jadi ketika dipancing begitu, mereka sepertinya Keder.. keder kalo saya terpilih saya jadi ketua umum partai Demokrat, nanti saya ketua Partai Demokrat tapi Partai Demokrat itu sudah jadi Bulan Bintang nanti (Audiens tertawa), jadi ini polemiknya masih berlanjut, saya ngak tahu nih apa jawabannya lagi, apa Ibas nanti jawab, mungkin nanti malam Pak SBY jawab bisa aja kan... biarin aja, jadi wacana aja.
Tapi prinsip saya itu adalah bahwa, kita ini keluarga besar Bulan Bintang, kita ini anak cucu orang Masyumi itu tetaplah pada satu pendirian bahwa kita berada di partai ini, itu menjadi pendirian kita semua. Saudara-saudara sudah dekat sekali pemilu ini. Saya merasa gembira bahwa ada kegiatan-kegiatan partai yang makin aktif sekarang ini, memang tidak bisa tidak kita harus aktif dan harus turun kemana-mana. Jadi jangan merasa bahwa kita dalam partai itu harus formal posisinya.
Ada yang bilang saya sudah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya sesuai AD ART partai... Loh! Saya bilang kalau saya ini sesuai AD ART partai yah.. ketua Majelis Syuro itukan kerjaannya Cuma 3... Ngasih Fatwa, Ngasih Tausiah, Baca doa! Saya bilang itu aja... yang lain-lain tidak ada. masak Ketua Majelis Syuro kesana kemari masangin nancepin bendera Bulan Bintang, ngak tugas... tugas majelis syuro itu yah ngasih Tausiah, Ngasih Fatwa ya baca doa... selesai... kan gitu. PBB ngak bisa kita itu kok hanya ini.... semua menjadi tanggung jawab kita bersama dan kita harus bergerak.
Kebetulan hari ini saudara kita pak Taufik kiemas Almarhum ada Ta`ziah 40 hari wafatnya beliau. Saya teringat Pak Taufik Kiemas... kalau saya datang ke rumah ibu Megawati, duduk saja saya di tepi pohon nungguin bu mega, beliau presiden waktu itu. sudah ½ jam 1 jam kok bu mega nya mana ini? Saya tanya ajudan, lagi didalam pak.. didalam itu maksudnya apa lagi tidur apa lagi apa itu saya ngak tau...duduk saja saya dibawah pohon.. datanglah Almarhum Pak Taufik Kiemas pake baju kaos oblong, pake sarung..”ril ngapain kau duduk situ!” ...
“gak bang lagi nungguin mbak mega”
“Ngapain duduk disitu, masuk aja kedalam sini”
yah masuk kedalam kan...
“gimana kau ril sekarang?”
“Baik bang..”
“PBB gimana?”
“Alhamdulillah bang, bergerak baik”
“aku ini susah ril, mbak mega kau itu... aku ini dibilang orang Masyumi!”
Jadi suatu hari ,ada acara dirumah bu mega. Waktu itu Almarhumah ibu pak Taufik , jadi mertua bu mega itu masih ada. “Ril..”katanya... “Aku ini gara-gara si taufik ini jadi PDIP, aku ini kan orang Masyumi!” ketemu ketawa-ketawa semua..
Pak Taufik itu ternyata punya hobi koleksi jam tangan.. saya kalau pake jam tangan itu yah asal waktunya tepat aja, udahlah..
“Ril.. kita masuk sini.. aku mau melihat jam dulu” srekk!! Buka laci,jamnya masih kotak-kotak, coba dulu. “dicoba ini ril, bagus ngak ini..”
“yah baguslah bang.. jamnya bang taufik apa ngak bagus”
“Oh ya..kalau bagus aku pakai...” dipakai..., ambil lagi
“Ini gimana ril?
“ah ini kurang cocok..”
“ah ini buat kau aja..” katanya
Akhirnya 6 biji jam tangan saya dikasih sama bang taufik (audiens tertawa) dah begitukan...
Lagi saya sama pak kaban, “Bang, PBB mau Milad nih mau Ulang tahun nih..”
“ah bereslah..”katanya, apa maksudnya? Yah biasalah kalau PBB kan tau sendiri uangnya bagaimana... Ah tunggu dulu... kasih duit.. lucu beliau itu.
tapi suatu hari beliau beliau bilang begini “kalian anak-anak Masyumi ini harus tegap ril,... bagaimana caranya PDIP PBB itu bisa seperti PNI dan Masyumi dulu. Satu sayap Nasionalis satu sayap Islam gabung sama-sama!” nah itu pesan dari pak taufik..
lucunya lagi kalau saya datang kerumah itu pernah suatu hari saya datang diteriakin pak Taufik “ngapain ril kau duduk situ, masuk sini!” ya udah masuk..
“aku ini lagi demam ril” katanya kan..
“aduh kasian juga bang”
“tapi aku lagi banyak duit” hahaha.. kalau banyak duit bagi-bagi dong (tertawa) jadi memang lucu orangnya itu.
Nah kita ini partai duitnya ini sedikit, kalau dibilang ngak punya duit, itu jangan pula. Kalau orang melayu ditanya ada duit pak cik?.... haram!... awak ta ada duit katanya... jawab itu haram. Jadi kalau sudah begitu dibilang orang, pak cik jangan dibilang haram ngak ada duit, tau-tau ada dipeci nempel duit seratus ribu, memang haram duit itu memang tidak boleh dibelanjakan lagi katanyakan begitu... (Audiens Tertawa)
Jadi kita sama-samalah, kami mohon didoakan semoga kita-kita, saya juga tidak henti-hentinya berusaha untuk mendapatkan dana yang halal dari kita sendiri, sehingga pemilu 2014 ini, Insya Allah kita lebih punya kekuatanlah dari segi pendanaan, dibandingkan waktu-waktu yang lalu. Siapa tahu dengan semangat baru ini kita tumbuh lebih kuat, lebih besar partai kita ini dan sesungguhnya kita memiliki potensi yang besar, sayang kita memang kurang promosi kurang apa-apa. hari ini tadi ada pengumuman tentang hasil survey... caleg-caleg ada 12-13 orang, tujuh bilang yusril nomer 6, beda sedikit dari Hatta rajasa. Tapi saya pikir dibandingin sama yang lain-lain saya belum pernah pasang iklan, belum pernah apa-apa, nah sebab iklan itulah yang membuat orang ingat.
Jadi kemarin itu ada satu team survey yang memang mempresentasikan hasilnya, jadi kalau ditanya siapa calon presiden yang anda dukung? Itu yang spontan ingat dikepala orang Prabowo!..jadi ingatnya itu karena memang dia yang selalu muncul di iklan, kedua ditanya lagi siapa yang anda ingat? Aburizal Bakrie, ARB jawabnya. Kalau ditanya langsung spontan langsung jawab itu, tapi kalau dikasih list ini ada 5 orang, situ ada prabowo, aburizal, megawati,Hatta radjasa Yusril, surya paloh... dia bilang .... Ah! Yusril!... kalau diingatkan, dia ingat.. tapi kalau tidak diingatkan, mereka tidak ingat. Saya diingatkan, Pak Yusril harus bikin Iklan banyak-banyak, orang bukan tidak tahu pak yusril tapi tidak bisa spontan ingat karena memang tidak ada iklannya. Jadi sebenarnya kita berharap ada kekuatan financial bagi kita sehingga partai ini bisa tampil lebih baik dibandingkan dengan Pemilu-pemilu yang lalu. Dan saya pikir caleg-caleg kita juga banyak yang baru sekarang, tentu dengan semangat yang tinggi supaya partai kita ini, jalan lebih kencang dalam waktu yang tinggal sedikit lagi kita menghadapi Pemilu tahun 2014.
Saya kira saya tidak menyampaikan pidato politik yang panjang pada sore hari ini , tapi cukuplah kita bersilaturahim dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam dihari Ulang tahun yang ke 15 dari Partai Bulan Bintang ini, kita bersyukur kehadirat Allah sampai usia yang ke 15 dan kitapun mengenang arwah dari bapak-bapak, rekan-rekan kita yang dulu sama-sama mendirikan, membina partai Bulan Bintang sampai di usia yang ke 15 tahun ini, dan kepada kita semua saya mendoakan juga kita panjang umur, sehat Walafiat sehingga terus dapat menyertai perjuangan Partai Bulan Bintang dimasa-masa yang akan datang. Harapan saya kita dapat melakukan kaderisasi nanti sesudah habis pemilu 2014 sehingga kita berharap akan ada generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinan partai bulan bintang yang lebih energik dibandingkan dengan kita-kita semua generasi pertama partai bulan bintang yang cepat atau lambat pun sebenarnya akan mengalami proses penuaan juga.
Itulah harapan saya, terima kasih banyak..
Wassalamualaikum wr.wb
Pidato Politik Yusril: Kalau saya jadi ketum Demokrat
Written By Unknown on 24 August 2013 | 21:16
(Pidato Yusril Ihza Mahendra, saat Milad PBB 17 Juli 2013 di Markas Besar DPP PBB)
Assalamualaikum wr.wb..
Bapak-bapak dan ibu-ibu,saudara-saudara, rekan-rekan keluarga besar Partai Bulan Bintang yang berbahagia. Kita bersyukur kehadirat Allah SWT pada hari ini dibulan Ramadhan kita berkumpul pada Milad PBB yang ke 15, pada tanggal 17 Juli tahun 2013.
Teringatlah kita 15 tahun yang lalu, partai ini berdiri dan kita semua pada waktu itu masih jauh lebih mudah dibandingkan keadaan sekarang ini. Mendirikan sebuah Partai Politik, bersama-sama didukung oleh banyak kalangan berjuang bersusah payah untuk eksis dan Alhamdulillah sampai hari ini partai bulan bintang masih tegak berdiri ditengah-tengah kita semua. Partai masyumi dulu didirikan pada tanggal 7 November tahun 1945 dan dibubarkan atau terpaksa membubarkan diri pada tanggal 15 agustus 1960. Berarti partai Masyumi hanya berusia 15 tahun lamanya.
Kita partai Bulan Bintang hari ini 15 tahun usianya... Masyumi telah mencatat prestasi-prestasi besar dalam waktu 15 tahun itu. kita masih belum dan Insya Allah momentum 15 tahun ini kita jadikan sebagai titik tolak untuk membangun kembali kekuatan partai, untuk masa-masa yang akan datang. Seperti pak Kaban katakan tadi, banyak orang yang sudah hampir putus asa, banyak yang menganggap partai bulan bintang akan berakhir eksistensinya menjelang pemilu 2014 karena akan di jegal oleh KPU dan kekuatan-kekuatan politik yang lain yang tidak menginginkan Partai Bulan Bintang ini ada di Republik Indonesia ini. Alhamdulillah dengan perjuangan dan doa kita bersama partai ini tetap eksis dan ketika Eksis partai ini harus betul-betul bangun , bangkit kembali dan tidak boleh gagal lagi seperti diwaktu-waktu yang lalu.
Memang sudah banyak yang ragu-ragu, banyak yang sudah siap-siap hengkang ke Partai lain, banyak yang siap-siap untuk menjadi Caleg dari Partai lain dan sebagainya dan sebagainya. saya ditanya persis seperti pak kaban katakan tadi, saya katakan yah bapak saya dulu mengatakan sekali Masyumi tetap Masyumi,maka tetaplah dia menjadi orang Masyumi selama-lamanya sampai wafat dan tidak mau menjadi anggota partai yang lain. pernah, saya ingat waktu saya masih kecil, datanglah ibu Aisyah Amini dan Politikus Sumatera Selatan saya masih ingat namanya Zaidan Jauhari datang kerumah saya dan meminta ayah saya untuk mendirikan cabang PARMUSI. Pada waktu itu mungkin tahun 1968, saya mungkin baru sekolah kelas 5 SD. Ayah saya bilang, “saya akan bantu mendirikan cabang partai ini, tapi saya tidak akan duduk dalam pengurusnya” dan betul-betul beliau bantu. Maka saya tanya kenapa tidak mau duduk di partai PARMUSI itu? dia bilang, ini Partai hanya lambangnya Bulan Bintang, tapi ini bukan Masyumi!.... jadi seperti itu pendiriannya.
Maka itu jangan kaget saudara-saudara, kalau membaca detik.com sore ini. Ceritanya begini... kira-kira 6 minggu yang lalu saya bertemu Pak SBY di Istana negara. Mula-mula kami datang 3 orang, saya, Yusron dan saudara Agus dwiwarsono. Setelah ngomong kira-kira ½ jam pak SBY katakan, saya perlu bicara berdua sama pak Yusril. Pak Yusron sama Agus pun keluar tinggal saya berdua . lalu Pak SBY bilang sama saya, Pak Yusril, sebaiknya Pak Yusril ikut konvensi Presiden Partai Demokrat.. tapi pak SBY nya ngomong begitu ketawa-ketawa, ikut aja nanti juga lawannya, yah Dahlan Iskan, Irman Gusman katanya. Jadi saya jawab, baiklah pak saya mikir-mikir dulu. Jadi saya tidak menyatakan iya tidak mengatakan tidak, saya mikir-mikir dulu. Tiba-tiba kemarin pagi-pagi, saudara Jero Watjik menelpon saya “Apa kabar bos!” katanya, baik saya bilang.
“Bagaimana pak Jero?“
Maka itu jangan kaget saudara-saudara, kalau membaca detik.com sore ini. Ceritanya begini... kira-kira 6 minggu yang lalu saya bertemu Pak SBY di Istana negara. Mula-mula kami datang 3 orang, saya, Yusron dan saudara Agus dwiwarsono. Setelah ngomong kira-kira ½ jam pak SBY katakan, saya perlu bicara berdua sama pak Yusril. Pak Yusron sama Agus pun keluar tinggal saya berdua . lalu Pak SBY bilang sama saya, Pak Yusril, sebaiknya Pak Yusril ikut konvensi Presiden Partai Demokrat.. tapi pak SBY nya ngomong begitu ketawa-ketawa, ikut aja nanti juga lawannya, yah Dahlan Iskan, Irman Gusman katanya. Jadi saya jawab, baiklah pak saya mikir-mikir dulu. Jadi saya tidak menyatakan iya tidak mengatakan tidak, saya mikir-mikir dulu. Tiba-tiba kemarin pagi-pagi, saudara Jero Watjik menelpon saya “Apa kabar bos!” katanya, baik saya bilang.
“Bagaimana pak Jero?“
“ini saya menyampaikan pesan pak SBY, Pak SBY bilang Pak jero coba tanya pak Yusril bagaimana tanggapan pak yusril tawaran saya untuk beliau ikut konvensi partai demokrat itu, apa pak yusril bersedia atau bagaimana?”
“kan saya bilang sama pak SBY saya masih mikir-mikir”
“Kapan? Jangan mikir-mikir terus” kata pak Jero Watjik. “tapi ada pesan yang harus disampaikan ke pak yusril, kalau pak Yusril ikut konvensi pak Yusril harus Non aktif dari partai pak yusril sendiri, kemudian kalau pak yusril terpilih menjadi Capres dalam konvensi partai demokrat, pak yusril harus berhenti dari partai pak yusril dan menjadi kader partai demokrat.”
Jadi saya bilang “berat ini pak!.. ya tapi nantilah saya diskusi sama temen-temen dulu”
Tiba-tiba hari ini wartawan detik.com telepon saya, bagaimana pak yusril jadi ikut konvensi partai demokrat? Yah saya lagi mikir-mikir saya bilang.. tapi pak yusril harus keluar, harus nonaktif dan harus keluar dari PBB kalau pak yusril terpilih menjadi Capres dari partai Demokrat. Yah saya bilang begini, “kalau saya keluar dari partai PBB terus mau ngapain?” , yah jadi kader partai Demokrat katanya.
Saya bilang gini, kalau saya menang konvensi Partai Demokrat, kalau Cuma jadi kader kroco doang, saya bilang saya ngak mau, kalau sekiranya saya menang Konvensi Partai Demokrat, terus saya langsung jadi Ketua Umum Partai Demokrat, atau ketua Majelis tinggi Partai Demokrat, ah, Itu saya pertimbangkan! (Audiens tertawa)... hanya 10 menit timbul reaksi dari Max Sopacua, kata Max Sopacua, ini apa maksud pak yusril? Inikan konvensi Capres bukan konvensi ketum demokrat atau ketua Majelis tinggi demokrat! Kelihatannya agak marah-marah, nadanya begitu.... jadi saya jawab lagi, “loh, demokrat ini maunya apa? Mau nyari Capres atau mau nyari Kader?”
Kalau Konvensi itu mencari Capres yah cari Capres! Tapi jangan cari kader dari Partai lain suruh masuk kader Partai Demokrat, suruh orang berhenti dari partainya... Jadi apa? demokrat maunya apa!? mau cari calon presiden atau mau cari Kader? Jadi saya bilang kalau nyari capres, yah nyari capres. Mestinyakan, saya bilang.... kalau partai itu memang demokratis, demokrat kan harus mencalonkan siapa aja yang menang dalam konvensi. Misalnya saya ikut konvensi Partai demokrat saya tetap PBB! Saya bilang ke orang-orang saya PBB, saya ikut konvensi Partai Demokrat, kalau saya menang meskipun saya PBB, Demokrat harus Iklas... mencalonkan siapapun pemenang meskipun dari PBB. Kan bisa nanti demokrat sama PBB sama-sama mencalonkan Yusril, kan bisa saya bilang, itu namanya Demokratis.
Yang dicarikan adalah kader bangsa untuk dicalonkan menjadi Presiden dan kalau partai itu demokratis itulah hasil konvensinya meskipun dari Partai lain ya dia harus calonkan! Masak dipaksa orang harus masuk harus menjadi kader Partai Demokrat. Saya tunggu 15 Menit ada reaksi lagi dari Syarief Hasan, makin seru nih.. saya ngak tau apalagi nih reaksinya.. jadi masih terus sahut menyahut.... jadi sebenarnya ini apa? jadi jangan salah tafsir. Sebenarnya itu yang saya maksud itu anda itu sebenarnya sesuatu yang ngak masuk akal. Jadi ketika dipancing begitu, mereka sepertinya Keder.. keder kalo saya terpilih saya jadi ketua umum partai Demokrat, nanti saya ketua Partai Demokrat tapi Partai Demokrat itu sudah jadi Bulan Bintang nanti (Audiens tertawa), jadi ini polemiknya masih berlanjut, saya ngak tahu nih apa jawabannya lagi, apa Ibas nanti jawab, mungkin nanti malam Pak SBY jawab bisa aja kan... biarin aja, jadi wacana aja.
Tapi prinsip saya itu adalah bahwa, kita ini keluarga besar Bulan Bintang, kita ini anak cucu orang Masyumi itu tetaplah pada satu pendirian bahwa kita berada di partai ini, itu menjadi pendirian kita semua. Saudara-saudara sudah dekat sekali pemilu ini. Saya merasa gembira bahwa ada kegiatan-kegiatan partai yang makin aktif sekarang ini, memang tidak bisa tidak kita harus aktif dan harus turun kemana-mana. Jadi jangan merasa bahwa kita dalam partai itu harus formal posisinya.
Ada yang bilang saya sudah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya sesuai AD ART partai... Loh! Saya bilang kalau saya ini sesuai AD ART partai yah.. ketua Majelis Syuro itukan kerjaannya Cuma 3... Ngasih Fatwa, Ngasih Tausiah, Baca doa! Saya bilang itu aja... yang lain-lain tidak ada. masak Ketua Majelis Syuro kesana kemari masangin nancepin bendera Bulan Bintang, ngak tugas... tugas majelis syuro itu yah ngasih Tausiah, Ngasih Fatwa ya baca doa... selesai... kan gitu. PBB ngak bisa kita itu kok hanya ini.... semua menjadi tanggung jawab kita bersama dan kita harus bergerak.
Kebetulan hari ini saudara kita pak Taufik kiemas Almarhum ada Ta`ziah 40 hari wafatnya beliau. Saya teringat Pak Taufik Kiemas... kalau saya datang ke rumah ibu Megawati, duduk saja saya di tepi pohon nungguin bu mega, beliau presiden waktu itu. sudah ½ jam 1 jam kok bu mega nya mana ini? Saya tanya ajudan, lagi didalam pak.. didalam itu maksudnya apa lagi tidur apa lagi apa itu saya ngak tau...duduk saja saya dibawah pohon.. datanglah Almarhum Pak Taufik Kiemas pake baju kaos oblong, pake sarung..”ril ngapain kau duduk situ!” ...
“gak bang lagi nungguin mbak mega”
“Ngapain duduk disitu, masuk aja kedalam sini”
yah masuk kedalam kan...
“gimana kau ril sekarang?”
“Baik bang..”
“PBB gimana?”
“Alhamdulillah bang, bergerak baik”
“aku ini susah ril, mbak mega kau itu... aku ini dibilang orang Masyumi!”
Jadi suatu hari ,ada acara dirumah bu mega. Waktu itu Almarhumah ibu pak Taufik , jadi mertua bu mega itu masih ada. “Ril..”katanya... “Aku ini gara-gara si taufik ini jadi PDIP, aku ini kan orang Masyumi!” ketemu ketawa-ketawa semua..
Pak Taufik itu ternyata punya hobi koleksi jam tangan.. saya kalau pake jam tangan itu yah asal waktunya tepat aja, udahlah..
“Ril.. kita masuk sini.. aku mau melihat jam dulu” srekk!! Buka laci,jamnya masih kotak-kotak, coba dulu. “dicoba ini ril, bagus ngak ini..”
“yah baguslah bang.. jamnya bang taufik apa ngak bagus”
“Oh ya..kalau bagus aku pakai...” dipakai..., ambil lagi
“Ini gimana ril?
“ah ini kurang cocok..”
“ah ini buat kau aja..” katanya
Akhirnya 6 biji jam tangan saya dikasih sama bang taufik (audiens tertawa) dah begitukan...
Lagi saya sama pak kaban, “Bang, PBB mau Milad nih mau Ulang tahun nih..”
“ah bereslah..”katanya, apa maksudnya? Yah biasalah kalau PBB kan tau sendiri uangnya bagaimana... Ah tunggu dulu... kasih duit.. lucu beliau itu.
tapi suatu hari beliau beliau bilang begini “kalian anak-anak Masyumi ini harus tegap ril,... bagaimana caranya PDIP PBB itu bisa seperti PNI dan Masyumi dulu. Satu sayap Nasionalis satu sayap Islam gabung sama-sama!” nah itu pesan dari pak taufik..
lucunya lagi kalau saya datang kerumah itu pernah suatu hari saya datang diteriakin pak Taufik “ngapain ril kau duduk situ, masuk sini!” ya udah masuk..
“aku ini lagi demam ril” katanya kan..
“aduh kasian juga bang”
“tapi aku lagi banyak duit” hahaha.. kalau banyak duit bagi-bagi dong (tertawa) jadi memang lucu orangnya itu.
Nah kita ini partai duitnya ini sedikit, kalau dibilang ngak punya duit, itu jangan pula. Kalau orang melayu ditanya ada duit pak cik?.... haram!... awak ta ada duit katanya... jawab itu haram. Jadi kalau sudah begitu dibilang orang, pak cik jangan dibilang haram ngak ada duit, tau-tau ada dipeci nempel duit seratus ribu, memang haram duit itu memang tidak boleh dibelanjakan lagi katanyakan begitu... (Audiens Tertawa)
Jadi kita sama-samalah, kami mohon didoakan semoga kita-kita, saya juga tidak henti-hentinya berusaha untuk mendapatkan dana yang halal dari kita sendiri, sehingga pemilu 2014 ini, Insya Allah kita lebih punya kekuatanlah dari segi pendanaan, dibandingkan waktu-waktu yang lalu. Siapa tahu dengan semangat baru ini kita tumbuh lebih kuat, lebih besar partai kita ini dan sesungguhnya kita memiliki potensi yang besar, sayang kita memang kurang promosi kurang apa-apa. hari ini tadi ada pengumuman tentang hasil survey... caleg-caleg ada 12-13 orang, tujuh bilang yusril nomer 6, beda sedikit dari Hatta rajasa. Tapi saya pikir dibandingin sama yang lain-lain saya belum pernah pasang iklan, belum pernah apa-apa, nah sebab iklan itulah yang membuat orang ingat.
Jadi kemarin itu ada satu team survey yang memang mempresentasikan hasilnya, jadi kalau ditanya siapa calon presiden yang anda dukung? Itu yang spontan ingat dikepala orang Prabowo!..jadi ingatnya itu karena memang dia yang selalu muncul di iklan, kedua ditanya lagi siapa yang anda ingat? Aburizal Bakrie, ARB jawabnya. Kalau ditanya langsung spontan langsung jawab itu, tapi kalau dikasih list ini ada 5 orang, situ ada prabowo, aburizal, megawati,Hatta radjasa Yusril, surya paloh... dia bilang .... Ah! Yusril!... kalau diingatkan, dia ingat.. tapi kalau tidak diingatkan, mereka tidak ingat. Saya diingatkan, Pak Yusril harus bikin Iklan banyak-banyak, orang bukan tidak tahu pak yusril tapi tidak bisa spontan ingat karena memang tidak ada iklannya. Jadi sebenarnya kita berharap ada kekuatan financial bagi kita sehingga partai ini bisa tampil lebih baik dibandingkan dengan Pemilu-pemilu yang lalu. Dan saya pikir caleg-caleg kita juga banyak yang baru sekarang, tentu dengan semangat yang tinggi supaya partai kita ini, jalan lebih kencang dalam waktu yang tinggal sedikit lagi kita menghadapi Pemilu tahun 2014.
Saya kira saya tidak menyampaikan pidato politik yang panjang pada sore hari ini , tapi cukuplah kita bersilaturahim dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam dihari Ulang tahun yang ke 15 dari Partai Bulan Bintang ini, kita bersyukur kehadirat Allah sampai usia yang ke 15 dan kitapun mengenang arwah dari bapak-bapak, rekan-rekan kita yang dulu sama-sama mendirikan, membina partai Bulan Bintang sampai di usia yang ke 15 tahun ini, dan kepada kita semua saya mendoakan juga kita panjang umur, sehat Walafiat sehingga terus dapat menyertai perjuangan Partai Bulan Bintang dimasa-masa yang akan datang. Harapan saya kita dapat melakukan kaderisasi nanti sesudah habis pemilu 2014 sehingga kita berharap akan ada generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinan partai bulan bintang yang lebih energik dibandingkan dengan kita-kita semua generasi pertama partai bulan bintang yang cepat atau lambat pun sebenarnya akan mengalami proses penuaan juga.
Itulah harapan saya, terima kasih banyak..
Wassalamualaikum wr.wb
Labels:
Politik
18:36
Suatu hari ketika ketika Yusril Ihza Mahendra masih menjabat sebagai Menkumham, pada zaman Megawati sebagai Presiden RI. terjadi demo di depan kantornya. beliau bertanya "ini demo apa?" Mereka jawab, "Demo membubarkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar".
"Silakan sajalah" kata Yusril, kemudian dia menambahkan "Saya pikir demo untuk memecat saya oleh Megawati, Kalau demo supaya saya dipecat, saya terima kasih, karena itu yang saya mau,"
Yusril Ihza Mahendra memang diberikan jalan oleh Allah untuk menjadi salah satu Pemimpin di negeri ini. dia tidak berambisi mengejar sesuatu secara berlebihan. Ketika masih kuliah, Yusril sudah ditawari masuk Deplu (Departemen Luar Negeri), kemudian dia pun masuk Deplu. Ditawari bergabung ke Sekneg, masuk Sekneg, ditawari UI masuk dosen, dia memilih jadi dosen. Jadi bukan karena keinginan dia mau menjadi dosen. Ketika UI menawarkan, yusril pilih salah satu pilihan yang mereka berikan. Dan, ketika masuk Sekneg, Moerdiono meminta Yusril untuk menjadi Sekneg.
"Saya siap melakukan apa saja. Kalau diberhentikan dari jabatan saya sebagai menteri, ya diberhentikan saja. Tetapi setelah itu Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001) Gus Dur bingung. Dia merasa tidak pernah memberhentikan saya. Sedangkan saya sudah memberikan pernyataan pers di istana kalau saya sudah diberhentikan oleh presiden."
Ketika zaman Presiden Megawati, Yusril di ajak membantunya untuk menjadi menteri, Yusril Menolak tawaran Megawati
"Jangan saya, orang lain saja, karena saya sudah pernah menjadi Menteri Kehakiman."
Megawati: Kok kamu aneh?
Written By Unknown on 22 August 2013 | 18:36
"Silakan sajalah" kata Yusril, kemudian dia menambahkan "Saya pikir demo untuk memecat saya oleh Megawati, Kalau demo supaya saya dipecat, saya terima kasih, karena itu yang saya mau,"
Yusril Ihza Mahendra memang diberikan jalan oleh Allah untuk menjadi salah satu Pemimpin di negeri ini. dia tidak berambisi mengejar sesuatu secara berlebihan. Ketika masih kuliah, Yusril sudah ditawari masuk Deplu (Departemen Luar Negeri), kemudian dia pun masuk Deplu. Ditawari bergabung ke Sekneg, masuk Sekneg, ditawari UI masuk dosen, dia memilih jadi dosen. Jadi bukan karena keinginan dia mau menjadi dosen. Ketika UI menawarkan, yusril pilih salah satu pilihan yang mereka berikan. Dan, ketika masuk Sekneg, Moerdiono meminta Yusril untuk menjadi Sekneg.
Zaman Gus Dur pun susunan kabinetnya sudah ada, Nama Yusril sudah ada didalam susunan kabinet bentukan Gus Dur. dan ada kejadian unik ketika Yusril menyatakan diberhentikan oleh presiden.
"Saya siap melakukan apa saja. Kalau diberhentikan dari jabatan saya sebagai menteri, ya diberhentikan saja. Tetapi setelah itu Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001) Gus Dur bingung. Dia merasa tidak pernah memberhentikan saya. Sedangkan saya sudah memberikan pernyataan pers di istana kalau saya sudah diberhentikan oleh presiden."
Ketika zaman Presiden Megawati, Yusril di ajak membantunya untuk menjadi menteri, Yusril Menolak tawaran Megawati
"Jangan saya, orang lain saja, karena saya sudah pernah menjadi Menteri Kehakiman."
Tetapi Megawati ketika pembentukan kabinet tetap menelepon yusril.Ia bilang,
"Dik, masuk lagi ke kabinet, ke tempat yang dulu deh!"
"Dik, masuk lagi ke kabinet, ke tempat yang dulu deh!"
"Dulu saya kan sudah bilang, kalau saya nggak usah jadi menteri." Jawab Yusril
"Koq situ aneh, ketika masa Gus Dur mau jadi menteri, kalau saya nggak mau, kenapa sih?"
Yusril Akhirnya menerima jabatan menjadi Menteri Kehakiman dan HAM.
"Kalau saja saya mau jadi menteri pada zaman Habibie, saya bisa saja jadi menteri. Bahkan ketika zaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988) Pak Harto pun saya sudah disebut-sebut bisa jadi menteri. Ketika masa Habibie saya disuruh datang oleh Pak Habibie dan Pak Achmad Tirtosudiro, tetapi saya tidak mau datang. "Saudara disuruh datang, untuk jadi menteri." Saya nggak mau, jadi saya tidak datang. Jadi memang saya tidak punya misi untuk menjadi apa-apa." kata Yusril di lain kesempatan
"Kalau saja saya mau jadi menteri pada zaman Habibie, saya bisa saja jadi menteri. Bahkan ketika zaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988) Pak Harto pun saya sudah disebut-sebut bisa jadi menteri. Ketika masa Habibie saya disuruh datang oleh Pak Habibie dan Pak Achmad Tirtosudiro, tetapi saya tidak mau datang. "Saudara disuruh datang, untuk jadi menteri." Saya nggak mau, jadi saya tidak datang. Jadi memang saya tidak punya misi untuk menjadi apa-apa." kata Yusril di lain kesempatan
Tahun ini tahun politik. menjelang Pemilu 2014 bermunculanlah calon-calon presiden yang di gadang-gadangkan oleh setiap pendukungnya. baik yang memiliki kendaraan partai politik maupun tidak. Yusril Ihza Mahendra adalah salah satu calon yang akan ikut dalam pertarungan memperebutkan posisi RI 1, dia di calonkan melalui Partai Bulan Bintang pimpinan MS. Kaban. dan Yusril Ihza Mahendra sendiri di PBB sebagai Ketua Majelis Syuro PBB.
Yusril Melihat sudah terlalu banyak ketidakadilan terjadi di negeri ini, beliau siap menjadi Presiden RI bukan untuk dirinya, tapi untuk merubah ketidakadilan di negeri ini. adanya ketidakadilan dan ketidakpastian hukum di negeri ini yang membuat semuanya morat-marit. terjadi banyak kesengsaraan terhadap rakyat karena sistem yang tidak benar diterapkan. sistem, ketidakadilan dan tidak adanya kepastian hukum menyebabkan terjadinya kemiskinan, korupsi, kesewenang-wenangan, aset negara yg tidak dinikmati oleh rakyat, dan sebagainya.
Yusril Melihat sudah terlalu banyak ketidakadilan terjadi di negeri ini, beliau siap menjadi Presiden RI bukan untuk dirinya, tapi untuk merubah ketidakadilan di negeri ini. adanya ketidakadilan dan ketidakpastian hukum di negeri ini yang membuat semuanya morat-marit. terjadi banyak kesengsaraan terhadap rakyat karena sistem yang tidak benar diterapkan. sistem, ketidakadilan dan tidak adanya kepastian hukum menyebabkan terjadinya kemiskinan, korupsi, kesewenang-wenangan, aset negara yg tidak dinikmati oleh rakyat, dan sebagainya.
Dengan Pengalaman di berbagai bidang, mempunyai kemampuan memimpin, berani berkata benar, dan sebagai pelaku utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan negara,baik ketika ada di pemerintahan maupun diluar pemerintahan, maka sangat layak beliau untuk memimpin negara ini.
Dan kita butuh Pemimpin yang tidak rakus terhadap jabatan dan kekuasaan. Sejarah sudah mencatat Yusril Ihza Mahendra berani mengatakan kebenaran walaupun harus berhadapan dengan para penguasa yang akhirnya kehilangan jabatan sebagai Menteri. Sejarah juga mencatat Yusril mengundurkan diri pada saat pemilihan presiden RI tahun 1999, walaupun kemungkinan untuk menang saat itu sangat besar.
Katakan kebenaran walaupun pahit!
Labels:
Sosial




